Image Credit: #MuradiMukti (www.muradimukti.com)

Cara Sederhana Menulis Artikel di Blog SEO Responsif

SEO atau kepanjangan dari Search Engine Optimize, adalah salah satu teknik optimasi situs web ke dalam sebuah mesin pencaharian agar mendapatkan posisi atau serp yang ideal. Mungkin tidak perlu lagi diperjelas apa itu SEO, karena saya yakin Anda sudah tau lebih dulu sebelum mengunjungi laman ini.

Teknik ini begitu populer digunakan bahkan didewakan sekalipun oleh beberapa blogger, khususnya mereka yang memang niat dan bertujuan menggaet sebanyak mungkin pengujung untuk alasan tertentu.

Jika ada meninjau dan berselancar di mesin pencaharian seperti google mengenai teknik, cara atau panduan SEO, maka Anda pastinya sudah tidak heran bahwa banyaknya informasi atau sumber bacaan mengenai teknik atau metode SEO yang uraikan oleh berbagai macam situs web atau blog. Sakin banyaknya, seringkali kita menemukan konten yang inti poinnya mirip-mirip bahkan kembar dengan konten atau artikel dari situs yang berbeda lainnya.

Sayangnya ada hal atau poin kecil termasuk teknik SEO yang jarang diulas bahkan diabaikan oleh sebagian besar penulis disebuah situs blog. Mungkin dengan alasan karena hal ini sepele dan tidak berdampak signifikan sehingga mereka tidak tertarik mengulasnya. Begitu ada yang mengulas, mereka hanya mendeskripsikan saja alias tanpa sedetail mungkin.

Tapi ingat, itu bukan berarti semuanya begitu, ada juga yang mau berbagi ilmu lebih dalam mengenai SEO dan situs itu tidak akan saya sebutkan karena saya tidak diendorse, tapi saya pribadi mengakui situs mereka tersebut.

Nah, berikut inilah dari beberapa poin teknik SEO sederhana yang saya temukan dari berbagai referensi yang jarang diulas oleh banyak situs lain.

1. H1, H2 dst (header tag)

Salah satu kesalahan kecil yang dapat berefek besar oleh penulis artikel awam adalah seringkali mengabaikan untuk menggunakan Header Tag.

Alasan umumnya, mereka tidak mengerti apa itu header tag dan bagaimana penggunaanya.
Header tag biasa orang tau dioptimasi dan diletakkan pada sebuah template untuk memudahkan feed mesin pencaharian dalam mendeteksi informasi yang relevan dari sebuah situs.

Ketahuilah bahwa header tag tidak hanya cukup di optimasi di Homepage saja, tapi dalam tautan laman konten juga perlu.

Jika ada melihat dari menu bar saat hendak menulis artikel di dashboard blog Anda, entah itu wordpress atau blogger, dimana Anda melihat Ada H1, H2, H3, H4, H5, dan H6 yang ukuran ukuran fontnya berurutan dari yang terbesar H1 sampai yang terkecil H6.

Nah itulah yang namanya header tag. Jika di H1 adalah Title blog saat di homepage, beda dengan di dalam artikel. H1 dalam artikel bisa jadi Judul Artikel, sedangkan H2 di homepage dan dalam artikel adalah sub title.

Jadi, jika Anda ingin menggunakan Header tag dalam artikel gunakan sesuai kegunaannya atau tidak sesuai tdk papa, asal dipakai dan efek ditanggung sendiri.

H1 dalam artikel cukup gunakan satu kali saja, sedangkan H2 – H6 dapat gunakan lebih dari 1. Misalnya Anda gunakan untuk judul dari poin-poin pembahasan di artikel Anda atau sebagainya.
Selebihnya mengenai fungsi header tag, bisa Anda cari mandiri di google karena saya tidak bisa membagi ilmu yang tidak begitu saya yakini.

2. Inbound link

Kemudian teknik SEO lainnya yang katanya dapat meningkatkan efektiftas penelusuran situs kita di mesin pencaharian adalah Inbound Link.

Inbound adalah tindakan dengan mencantumkan link atau alamat url dari salah satu atau beberapa tautan dari situs kita.

Misalnya kita mencantumkan link atau tautan yang mengarahkan laman tag terkait kata yang kita gunakan dalam tulisan kita, dam begitu seterusnya.

Intinya, mencantumkan link yang mengarah kesalah satu laman situs kita juga.
Bedanya dengan outbound adalah mencantumkan link keluar atau tautan situs orang lain kedalam tulisan kita, nah sedangkan inbound, yang kita cantumkan adalah salah satu laman atau page situs kita sendiri.

3. Optimasi Gambar

Seperti pada artikel saya sebelumnya mengenai Cara Optimasi SEO Gambar di Blog, optimasi ini juga cukup perlu dioptimalkan sebaik mungkin untuk meningkatkan penelusuran yang tidak hanya pada pencaharian saja, tapi dalam pencaharian gambar juga.

4. Tag keyword yang sesuai

Yah, mungkin Anda sudah tau seluk beluk dari pengguaan tag atau keyword pada sebuah konten dari segi efek dan manfaat lainnya.

Jadi sedikit tambahan saja bahwa jika Anda menggunakan Blogger, gunakanlah Labels yang tepat dan apabila Anda menggunakan WordPress, maka gunakanlah tag yang tepat.

Tepat yang saya maksud adalah yang benar-benar sesuai dengan topic pembahasan tulisan Anda, dan kalau perlu tag itu merupakan salah satu dari kata di title atau judul tulisan yang Anda buat.
Dengan begitu fokus tag, bisa lebig terarah dengan baik pada situs pencaharian seperti google, yahoo, bing dan sebagainya.

5. Deskripsi

Bukan hal biasa lagi para penulis blog untuk deskripsi dari tulisannya, tapi hal ini bisa jadi sakral hukumnya. Khususnya yang betul-betul gila optimasi SEO.

dengan menyusun kalimat deskripsi yang sesuai, itu bisa menarik pengunjung untuk bertandang ke situs Anda. Tapi satu hal yang haram dan tidak boleh dilakukan, yaitu Clickbait.
Clickbait semacam cara curang atau penipuan lebih tepatnya, dengan mencantumkan kalimat menggoda yang tidak sesuai dengan isi konten yang diuraikan sebenarnya.

6. Link/url

Menyesuaikan link atau url dari sebuah konten sebenarnya bisa sangat membaikkan tapi bisa juga biasa saja.

Banyak yang beranggapan bahwa menggunakan nama ulr/link yang sama dengan judul konten, akan mengoptimalkan penelusuran konten kita dimata mesin pencaharian.

Yah, itu mungkin saja. tapi secara umum link atau url itu sudah pada dasarnya secara default menggunakan link yang sama dengan judul.

Jadi, sedikit pengalaman yang saya dapatkan adalah menggunakan link/url yang sama dengan judul konten dengan penyesuaian url yang singkat dan mudah diingat (1-3 kata, diluar garis datar), akan semakin membuat tulisan Anda menggila terhadap penerapan SEO.

7. No keyword density

Keyword density lebih cenderung pada penggunaan keyword yang berlebihan.
ini seringkali dilakukan oleh penulis yang terlalu nafsu atau kebablasan tanpa disadari. bahkan saya sendiri, pernah melakukan seperti itu.

seperti menggunakan keyword yang banyaknya nyaris mencapai 3 paragraf dalam 5 baris, jika dideretkan.

Itu justru dianggap Spam oleh google dan kawan-kawannya yang serupa, jadi sebisa mungkin hindari kebablasan menggunakan keyword. Ada banyak kok situs checker untuk mendeteksi seberapa tinggi skor penggunaan keyword density dalam konten Anda, jadi Anda bisa berpatokan dengan situs tersebut atau mencermati dengan mandiri.

Penutup: Mungkin itu saja yang dapat saya uraikan pada artikel tidak bermanfaat kali ini, selebihnya mengenai pertanyaan atau saran yang ingin diajukan, bisa tinggalkan di kolom komentar yang tersedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CAPTCHA

*