Belajar untuk bernegosiasi adalah keterampilan hidup yang penting untuk segalanya dari tawar-menawar di pasar loak atau mungkin kerja sama kontrak. Ini penting karena negosiasi tidak hanya dilakukan oleh pedagang dan emak-emak yang ingin beli sayur di pasar, tapi juga dibutuhkan oleh para petinggi perusahaan, pelaksana proyek dan sebagainya.

Seringkali, ketika kita melakukan negosiasi terhadap lawan negosiator, kita kadangkala kepikiran atau bahkan kawatir tentang tindakan apa yang akan diambil oleh lawan negosiator kita. Hal itu justru membuat kita salah ambil tindakan, sehingga lawan kita cenderung menang banyak (untung besar).

Terlepas dari ragu-ragu, Anda harus belajar seluk-beluk negosiasi yang efektif, jika Anda berharap untuk dapat melakukan semaksimal mungkin dan sesuai atau lebih dari harapan. Ingat, negosiasi tidak hanya dapat dilakukan secara mahir oleh emak-emak, tapi kalian para pemuda / lelaki sukses atau calon sukses :p  juga dapat melakukan hal yang sama bahkan lebih baik.

Berikut adalah cara mudah bernegosiasi dengan menggunakan teknik rahasia yang masih jarang diketahui oleh orang-orang, berdasarkan hasil rangkuman ofamni dari berbagai referensi bisnis.

Mencegah konsesi, tetapi tetap terbuka untuk trade-off.

Sebelum saya melangkah jauh, saya terangkan dulu bahwa konsensi adalah pemberian hak tertentu sedangkan trade-off adalah situasi dimana seseorang harus membuat keputusan terhadap dua hal atau lebih, mengorbankan/kehilangan suatu aspek dengan alasan tertentu untuk memperoleh aspek lain dengan kualitas yang berbeda sebagai pilihan yang diambil. Kalau masih kurang paham, silahkan googling sendiri.

Seluruh proses penjualan yang berpuncak pada negosiasi kontrak, sudah seharusnya saling menguntungkan dan memberikan nilai bagi kedua belah pihak dalam keseimbangan logis. Tapi Konsesi menurut sifatnya, tidak saling menguntungkan, karena salah satu pihak secara eksplisit memberikan sesuatu semata-mata untuk kepentingan pihak lain.

Terkadang, negosiator yang ragu-ragu cenderung memberikan konsesi yang melebih-lebihkan. Maka hindarkan hal ini, karena justru lawan negosiator bisa saja akan semakin mendorong Anda. Alhasil keuntungan besar lebih berpihak pada lawan negosiator Anda.

Trade-off, di sisi lain, dapat menjadi alat yang penting dalam mengamankan kesepakatan. Dalam banyak situasi, pertemuan permintaan klien Anda dapat menguntungkan jika Anda menerima sesuatu yang bernilai, terutama jika Anda sudah diantisipasi seperti trade-off dan berencana menggunakannya untuk meminta sesuatu yang spesifik.

Termasuk beberapa poin non-moneter dalam negosiasi.

Ada banyak peluang lain untuk masing-masing pihak untuk memberikan nilai selama negosiasi yang tidak melibatkan uang, sehingga Anda dapat mengambil keuntungan dari mereka, untuk meningkatkan pengalaman pelanggan melalui cara lain.

Misalnya seperti menawarkan keuntungan non moneter berupa fitur tambahan atau hak lebih yang tidak didapatkan ditempat lain yang dapat diperoleh ketika lawan negosiator Anda sepakat dengan negosiasi Anda.

Bingkai percakapan di sekitar nilai tawaran.

Prospek sering ingin mendorong turun harga, baik karena mereka telah bertugas sebagai pengambil keputusan untuk mendapatkan sebanyak mungkin keuntungan atau untuk alasan lainnya. Mendapatkan penurunan harga adalah prestasi nyata.

Anda harus terampil dan perlu kreatif dalam membingkai diskusi sekitar nilai bukan harga.

Berikan bukti yang dapat mendorong nilai.

Sebisa mungkin, jika Anda pernah bekerja sama dengan orang-orang yang disinyalir berpengaruh dan memiliki nama dimata orang-orang, Anda dapat menggunakan kelebihan tersebut. Misalnya, beritahu bahwa Anda pernah bekerja sama dengan sebuah perusahaan ternama, orang tertentu dan sebagainya, atau jika Anda pihak sebelahnya, beritahu bahwa di tempat lainnya mereka memberikan sesuatu yang lebih dari apa yang diberikan oleh lawan negosiator Anda saat itu.

Dengan begitu, ada hal bisa saja mengubah sedikitnya pemikiran awal lawan negosiator Anda.

Ketahui kapan Anda kaki hormat dan tidaknya.

Yang dimaksud kaki hormat, lebih cenderung pada pihak yang punya tingkat kebutuhan rendah. Misalnya Anda yang benar-benar ingin menjalin kerja-sama, maka bisa saja lawan Anda adalah kaki hormatnya karena yang paling membutuhkan adalah Anda.

Jadi ketahui dulu, siapa diantara Anda adalah kaki hormatnya. Tidak ada cara spesifik atau trik nyata untuk mengetahu siapa dan bagaimana, sehingga yang dapat Anda lakukan hanya dengan perkiraan atau intuisi Anda saja.

Jika, Anda adalah pihak dari kaki hormat, maka Anda cenderung dapat lebih mudah untuk menentukan nilai dari negosiasi.